oleh

40.173 Rumah Miskin di Jateng Teraliri Listrik Tanpa Biaya Pemasangan

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya memberi bantuan sambungan listrik gratis atau listrik murah bagi warga tidak mampu. Hingga 2020 ini, sudah 40.173 ribu rumah teraliri listrik tanpa biaya pemasangan.

Hal itu merupakan satu di antara pencapaian tiga tahun pemerintahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pada 5 September 2021 ini. Bantuan tersebut untuk membantu warga miskin, serta menggenjot perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan, pemberian sambungan listrik gratis dilakukan di berbagai daerah di Jateng, seperti Banyumas, Wonogiri, Cilacap, Pati, Kebumen, Blora, Rembang, dan lainnya. Saat ini, progress pekerjaan masih berlangsung hingga akhir tahun. Tahun ini, sampai Juli 2021 sudah terpasang 4.304 unit rumah atau 28,69 persen.

Baca Juga  Kasus Baru Covid-19 di Aceh, 28 Pasien Sembuh dan 1 Meninggal Dunia

“Total dipasang sampai 2020 sudah sampai pada angka 40 ribu lebih sambungan. Yang tahun ini sudah bertambah lagi, progres tahun ini masih belum closing (sesuai target), karena ini masih on going (sedang berlangsung),” katanya, saat dihubungi baru-baru ini.

Ditambahkan, program yang merupakan instruksi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini masih berlangsung. Sesuai rencana, tahun ini akan dipasang 15 ribu sambungan listrik. Pihaknya terus bekerja keras berupaya mewujudkannya sampai akhir tahun 2021.

“Optimisnya terpasang 10 ribu (sambungan listrik). Karena tahun ini sepertinya kita (rencanakan) pasang 15 ribu, tapi ternyata banyak yang sudah mulai pasang sendiri,” sambung Sujarwanto.

Baca Juga  268.708 Warga Pekanbaru Telah Divaksin Dosis Pertama, Dosis Kedua 185.780 Orang

Berkurangnya rencana pemasangan sambungan listrik, jelasnya, juga akibat faktor lain, seperti pemilik rumah yang sudah meninggal, dan sebagainya.

Sujarwanto menuturkan, program sambungan listrik ini telah dilakukan sejak 2014. Sampai pada 2020 sudah terealisasi hingga 40.173 unit rumah yang mendapat sambungan listrik gratis.

Dari jumlah itu, pemasangan sambungan listrik terbanyak di Banyumas 3.200 unit; Wonogiri 2.450 unit; Cilacap 2.371 unit; Pati 2.137 unit dan Blora 1.816 unit.

Pemasangan sambungan listrik ini juga berefek pada peningkatan produktivitas hingga kesejahteraan keluarga. Dengan listrik, masyarakat bisa melakukan aktivitas produktif seperti menjahit, membuat kerajinan dan kuliner.

Menurutnya, pemasangan sambungan listrik tahun ini telah dilakukan dalam kurun tiga bulan terakhir. Faktor adanya Covid-19 memicu kurang maksimalnya pengerjaan pemasangan sambungan listrik.

Baca Juga  Pimpinan MPR: #DiRumahAja Merupakan Ibadah Agar Terhindar dari COVID-19

“Sampai akhir tahun saya optimis pada angka 10 ribuan (sambungan listrik),” terang Sujarwanto.

Dinas ESDM juga memberikan bantuan sosial kepada berupa biogas yang telah terbangun sejumlah 81 unit sampai triwulan II, dan akan ditargetkan menjadi 102 unit sampai akhir 2021. Di samping itu juga dikembangkan PLTS atap untuk cluster-cluster UMKM dan pondok pesantren. Termasuk, pengembangan dan pemanfaatan gas rawa (Biogenic Shallow Gas) untuk rumah tangga di Kecamatan Penjawaran dan Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara.

“Upaya ini sebagai stimulasi bagi pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19,” pungkasnya. (*/cr1)

Sumber: aceh.siberindo.co

News Feed